Beranda Beksi NEWS Presiden Jokowi Bakal Kunjungi Kecamatan Pebayuran Pukul 13.30 WIB

Presiden Jokowi Bakal Kunjungi Kecamatan Pebayuran Pukul 13.30 WIB

Beksiindonesianews | Kabupaten Bekasi– Hari ini (24/02) Presiden Joko Widodo bakal mengunjungi korban banjir di Kabupaten Bekasi akibat jebolnya Sungai Citarum

Orang nomor satu RI dan rombongan diperkirakan tiba ke Kecamatan Pebayuran sekitar pukul 13.30 WIB. Di mana, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah bersiaga menjaga keamanan rombongan tersebut.

Sontak kedatangan Jokowi ini harus diwaspadai semua pihak agar tidak menjadi lautan warga yang berkerumunan seperti kunjungan kerjanya di Maumere, Nusa Tenggara Tumur, kemarin.

Diketahui bersama, video Presiden Jokowi disambut lautan manusia ketika melakukan kunjungan kerja ke Maumere, NTT ramai mendapatkan sorotan.

Masyarakat yang menyambutnya berkumpul dalam jumlah banyak di tengah pandemi corona dan mengabaikan prokes COVID-19.
Disamping itu, Jokowi juga terlihat menyapa masyarakat dari mobilnya sembari membagi-bagikan suvenir yang membuat masyarakat saling rebutan.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin membenarkan bahwa video tersebut adalah rekaman saat Jokowi berada di Maumere.

“Benar itu video di Maumere. Setibanya di Maumere, Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Napun Gete,” kata Bey, Rabu (23/2).

“Saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan, saat rangkaian melambat, masyarakat maju ke tengah jalan sehingga membuat iring-iringan berhenti,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Bekasi, Dodo Hendra membernarkan kedatangan RI 1 ke wilayahnya.

“Iya besok (Presiden-red) mau ninjau lokasi banjir, rencana dari Den POM. Kami lakukan pengamanan rute kunjungan Presiden dari Kedungwaringin sampai Pebayuran,” kata dia kepada Cikarang Ekspres, kemarin

Menurut Dodo, Presiden Jokowi akan meninjau beberapa titik yaitu tanggul jebol. Termasuk, daerah terisolir dan sekolah terendam.

“Ia timnya udah ninjau lokasi hari ini untuk kunjungan besok,” tuturnya.

Kemudian untuk hari ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil direncanakan dateng kelokasi tanggul jebol Pebayuran.

“Sekarang posisi Gubernur KM62, direncanakan bentar lagi sampai,” tandasnya.

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat meninjau lokasi banjir di Kabupaten Karawang dan Bekasi melihat beberapa titik permukiman warga, jalur transportasi darat dan areal persawahan masih terendam air.

Tak hanya titik genangan air, saat helikopter terbang rendah, Doni juga menemukan beberapa kerusakan anak sungai dari Sungai Citarum yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab banjir semakin meluas.

Sementara itu, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, selain kerusakan sungai, beberapa saluran irigasi yang jebol juga menjadi penyebab banjir semakin parah.

“Ini berada di hilirnya bendungan Jatiluhur. Hilir bendungan Jatiluhur ada anak sungai Citarum yang namanya Sungai Cibeet. Debitnya sekarang yang masuk ke Sungai Citarum 900 m3 per detik. Jadi walaupun dari Jatiluhur dikurangi outflownya karena hanya untuk menggerakan turbin listrik, tetapi bergabung dengan Cibeet menjadi 1.300 m3 per detik. Daya tampungnya atau kapasitasnya 1.100 m3 per detik. Sehingga itu memang meluap,” kata Basuki, melansir dari laman resmi BNPB, Selasa (23/2/2021).

Terkait ini, Basuki memastikan bahwa perbaikan kerusakan tanggul dan sungai sudah ditangani dan masih dalam proses perbaikan oleh Balai Besar Citarum.

“Kami sudah bergerak, peralatan dari Balai Besar Citarum untuk segera menutup. Tadi yang kita lihat ada tenda-tenda biru itu adalah sudah mulai bekerja sebetulnya untuk menutup itu,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Doni mengatakan bahwa BNPB akan terus mengkoordinasikan segala hal yang dianggap perlu dalam kaitan penanganan darurat bencana banjir, terutama untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Adapun dalam hal ini, yang menjadi prioritas menurut Doni adalah pendistribusian logistik siap saji dan penanganan serta evakuasi bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan. (Bis)