Beranda Pemerintahan Berseka dan Bebenah Menjadi Program Unggulan Bupati Bekasi.

Berseka dan Bebenah Menjadi Program Unggulan Bupati Bekasi.

Beksiindonesianews | Kabupaten Bekasi – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja memiliki beberapa program unggulan yang bakal menata Kabupaten Bekasi tambah baik.

Diantaranya, Kampung Bersih, Sehat dan Berkah (Berseka) serta Bebebah atau pembangunan rumah tidak layak huni dan masih banyak program lainnya.

Salah satunya program Berseka yang bakal menangani desa kumuh dibeberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Bekasi, berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Cipta Karya pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan.

“Program replika dari Kotaku itu akan menata sejumlah kawasan kumuh menjadi permukiman yang bersih dengan penataan Infrastruktur, saluran air bahkan penyediaan sarana air bersih,” ucap Kabid Permukiman pada Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Nurwahyi.

Adapun, kata dia, salah satu wilayah yang mendapatkan program Berseka di Kampung Cibeber Rt 01/05, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara.

“Sebelum pelaksanaan, kami melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat,” kata Nurwahyi.

Selain Berseka, program Bebenah atau Rumah Tidak Layak Huni yang sedang berjalan dibeberapa wilayah desa, sudah dapat dinikmati masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Target ditahun 2021 akan di bangun sebanyak 5000 unit dengan anggaran bantuan satu rumah Rp. 20 juta,” ucapnya.

Langkah kedepan Bupati akan mengeluarkan Surat Keputusan untuk kawasan kumuh yang mengacu pada SK Direktorat Jendral Cipta Karya di Kementrian PUPR melalui program Bersih Sejahtera dan Berkah (Berseka).

“Karena memang penanganannya membutuhkan waktu dan harus dilakukan secara keseluruhan, baik dari infrastruktur, kesehatan hingga sosial kemasyarakatan,” katanya.

Rencananya, menurut dia, program Berseka ini bakal diterapkan pada tahun 2020 di sembilan desa lainnya di empat kecamatan yakni Tambun Selatan (2 desa), Cikarang Utara (4 desa), Cikarang Pusat (2 desa) dan Cikarang Selatan (1 desa).

Dia meminta para kepala desa serta RT/RW untuk mendukung pembangunan serta pembenahan kawasan kumuh yang ada di Kabupaten Bekasi.

Sebab, penanganan kawasan kumuh butuh dukungan beberapa pihak serta beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dalam pembenahan kawasan kumuh ini tentu perlu dukungan berbagai pihak, termasuk Kepala Desa, pengurus RT dan RW serta masyarakat agar program ini bisa berjalan dan berkesinambungan,” tandasnya (Bis).