Beranda Pendidikan Guru Honorer Grudug Pemkab Bekasi

Guru Honorer Grudug Pemkab Bekasi

Beksiindonesianews | Kabupaten Bekasi – Puluhan Guru Honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Koordinator Daerah Kabupaten Bekasi melakukan unjuk rasa di depan gerbang timur pintu Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Senin (13/7/2020).

Ketua Korda FPHI Kabupaten Bekasi, Andi Heryana saat di konfirmasi awak media Beksiindonesianews.com mengungkapkan,kedatangan ratusan guru Honorer untuk unjuk rasa,yakni menuntut agar Bupati Bekasi menghapus poin 4 dan 5.

Dalam petikan keputusan Kadisdik Kabupaten Bekasi Nomor 800/01/Unpeg-Disdik/2020 tentang penugasan guru dan tenaga kependidikan Non-ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Dalam surat tersebut terdapat 5 poin. Namun, kami merasa dirugikan terhadap poin 4 dan poin 5 dalam surat tersebut.

Dalam poin 4 menyebutkan penugasan kami dapat berakhir apabila tidak ada perjanjian kerja kembali.

Jadi di sini rasanya sangat mudah untuk tidak mempekerjakan kami kembali dengan dalih penugasan berakhir. Padahal kami sudah mengabdi puluhan tahun,” ujarnya.

Surat keputusan Kadisdik Kabupaten Bekasi Nomor 800/01/Unpeg-Disdik/2020 tentang penugasan guru dan tenaga kependidikan Non-ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi/Ist
Kemudian kata dia, dalam poin 5 juga menyebutkan penugasan dapat berakhir apabila tenaga honorer jabatannya diisi oleh ASN.

Sehingga, aturan tersebut membuat ketersinggungan bagi tenaga honorer bila ada penempatan pegawai ASN yang baru di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

“Untuk itu, kami menuntut agar Bupati Bekasi mencabut poin 4 dan 5 dalam surat penugasan tersebut. Kerugian kami pun diperparah dengan minimnya upah yang kami terima.

Maka, kami juga meminta bupati untuk memperhatikan kesejahteraan kami pendidik dan tenaga kependidikan Non ASN setara dengan UMK Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.(xmy)