Beranda Kesehatan Puskesmas Karangsambung Fogging Rumah Warga Masyarakat : Ini Adalah Cara Preventif

Puskesmas Karangsambung Fogging Rumah Warga Masyarakat : Ini Adalah Cara Preventif

Beksiindonesianews | Kabupaten Bekasi-Di tengah wabah virus Corona Covid-19 yang mengancam dunia, Indonesia sedang menghadapi penyakit menular endemis yang mengalami peningkatan kasus, yakni demam berdarah dengue atau DBD.

Selama ini, fogging digunakan sebagai cara untuk mencegah pertumbuhan nyamuk Aedes Aegepty, terutama di daerah perumahan dan sekolah.

Namun pakar mengatakan, ada kecenderungan fogging tak lagi seefektif dulu untuk mematikan nyamuk dan jentik nyamuk.

“Upaya preventif harus dilakukan semua pihak untuk mencegah kasus DBD, terutama masyarakat,” ucap salah satu warga Rt 01/05, Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Yusup.

Yusup mengatakan, berdasarkan arahan pihak kesehatan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan 3M plus, Menguras, Menutup dan Mengubur.

“Seperti barang bekas yang berbentuk cekung ditambah dengan abatisasi, memelihara ikan kecil agar bisa memakan jentik nyamuk, dan pemeriksaan jentik secara berkala harus dilakukan,” kata dia

Namun ia mengakui jika hal yang masih mengganggu saat ini adalah persepsi masyarakat yang selalu mengharapkan fogging ketika ada penderita demam berdarah di wilayah mereka.

“Seperti halnya yang dilakukan Puskesmas Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, baru-baru ini tengah melakukan fogging dibeberapa rumah warga dan sarana ibadah,” beber Yusup.

Padahal fogging adalah pilihan terakhir karena memiliki dampak bagi lingkungan.

“Selama ini masyarakat masih banyak menganggap fogging cara ampuh memberantas nyamuk,” tandasnya (Bis).