Beranda Pemerintahan Pemdes Cicau Undang Dewan Bahas Pembangunan Masjid Jamie Al-Barkah

Pemdes Cicau Undang Dewan Bahas Pembangunan Masjid Jamie Al-Barkah

Beksiindonesianews | Kabupaten Bekasi– Pemerintah Desa (Pemdes) Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengadakan Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka pelaksanaan pembangunan Masjid Jamie Al-Barkah yang beralamat di Jalan. Ir.Suratin No 56 Desa Cicau Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Kepala Desa Cicau, Maman Empah Lepi mengatakan, perencanaan pembangunan Masjid Jamie Al-Barkah RT 001/Rw 013 memerlukan biaya sekitar Rp5 milyar dan rencana berdirinya di lahan Fasos Fasum.

“Kami undang anggota Dewan DPRD Kabupaten Bekasi, Camat Cikarang Pusat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Stakeholder dalam musyawarah perencanaan pembangunan Masjid Jamie Al – Barkah ini, agar semua dapat mengetahui dan jangan sampai terjadi kesalahan,” ujar Maman, Senin (29/06/2020).

Di tempat yang sama, Camat Cikarang Pusat, Suwarto, saat di konfirmasi awak media Beksiindonesianews mengatakan, program perencanaan pembangunan Masjid Jamie Al-Barkah sudah mendapat titik terang, yang sebelumnya terkendala dan berlarut larut, “Insya Allah nanti di bulan Agustus 2020 jika tidak ada halangan akan terealisasi,” ungkapnya.

Masih kata Suwarto, pada musyawarah kali ini pihaknya bersama Dewan Ade Koswara, Dewan Cecep Nur dan Dewan Budiyanto, Pemerintahan Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, kesemuanya memberikan ide masukan dan solusi.

“Alhamdulillah semua sepakat sesuai harapan kami untuk segera merealisasikan pembangunan Masjid Jamie Al-Barkah di Desa Cicau. Kami harap semua lapisan masyarakat mendukung,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Budiyanto mengungkapkan, pembangunan Masjid Jamie Al-Barkah di Desa Cicau, prinsipnya pertama adalah kesepakatan bersama, yang kedua keberanian.

“Kesepakatan disini, untuk area di mana Masjid akan di bangun, karena di situ sudah ada bangunan sarana pendidikan,” ungkapnya.

Budiyanto menambahkan, ada dua opsi, pertama, Masjid yang keluar dari lahan itu atau sarana pendidikan yang keluar.

Di Desa Cicau ada Tanah Kas Desa (TKD) kurang lebih dua ribu lima ratus meter 250m2, satu lagi Fasos Fasum yang secara faktual sudah diberikan dari pihak Lippo kepada masyarakat dalam hal ini mestinya kepada Pemda cuma legal formalnya belum ada.

“Nanti ujungnya kami ikut hasil musyawarah detail di internal Pemerintahan Desa dengan seluruh Tokoh.

Kami dari komisi tiga DPRD Kabupaten Bekasi akan memberikan dua pendekatan, pertama, melalui mekanisme komisi tiga. Yang kedua, melalui pendekatan Dewan Dapil. Kami mengapresiasi langkah-langkah dari Pemerintahan Desa Cicau.

Mereka berfikir strategis dan bahasa saya ini harus agak revolusioner karena tidak bisa di selesaikan secara biasa, ini harus extra ordineri proses. Sehingga kebutuhan masyarakat beribadah, penyelamatan anak-anak pendidikan, itu bisa di jalankan secara simultan,” terangnya. (Red)