Beranda Beksi NEWS PJTKI Kab. Sukabumi Menolak Human Trafficking dan Melawan Praktek Perdagangan Manusia

PJTKI Kab. Sukabumi Menolak Human Trafficking dan Melawan Praktek Perdagangan Manusia

Beksiindonesianews | Kabupaten Sukabumi– Pemerintah Daerah melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi mencatat 92 Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) ilegal yang dalam pengawasan, kamis (30/04).

Kabid Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, H. Agus Ernawan menerangkan masih banyak perusahaan TKI yang ilegal hingga saat ini dan sulit untuk mengungkap jaringannya, tidak menutup kemungkinan jika perusahaan itu melanggar aturan apabila tidak diawasi.

“Karena setiap melakukan Sidak calon TKI dan keluarga selalu tutup mulut bahkan tidak mau memberikan informasi terkait PT, Agen, Sponsor yang menyalurkannya,” kata dia.

Berdasarkan data jumlah Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) ditahun 2017 sebanyak 1.928 orang dan tahun 2018 sebanyak 1.818 orang, serta tahun 2019 sebanyak 1.799 orang. Dengan jumlah demikian, kata dia, pemerintah akan bekerjasama dengan Kepolisian untuk menyelidiki perusahaan ilegal itu.

“Untuk menindak para pelaku kami kerjasama dengan Polisi, sebab yang rentan dalam pelanggaran dalam kasus ini adalah pemalsuan Identutas, umur, dan ijin suami bahkan orang tua,” ucapnya.

Sementara itu, Agen PJTKI PT. Tifar Admanco, Irfan Poranika mengatakan bersedia untuk bekerjasama dengan pemerintah maupun Kepolisian dalam mendukung terselenggaranya penyaluran TKI secara legal dan mentaati peraturan yang berlaku.

“Apalagi saat situasi seperti sekarang ini Pandemi Covid 19, tentunya sangat berkaitan dengan keberangkatan dan pemulangan TKI. Jika agen kami melakukan praktek PJTKI ilegal maka pihak kami yang akan melaporkan kepolisian,” ujar Irfan.

Demi mendukung pemerintah dalam penanganan Covid 19, menurut dia, sekaligus mewujudkan stabilitas Kamtibmas yang nyaman, aman serta kondusif pihaknya bersedia melaporkan jika terjadi praktek PJTKI ilegal.

“Kami berharap masyarakat juga dapat ikut serta mendukung melawan terjadinya peraktek perdagangan manusia berkedok PJTKI dan jika ditemukan segera laporkan kepada pihak yang berwajib,” pungkasnya (Den).