Beranda Bisnis Ketum Asphri Yosminaldi: Generasi Milenial Dapat Perhatian Dunia Industri

Ketum Asphri Yosminaldi: Generasi Milenial Dapat Perhatian Dunia Industri

31
0

Beksiindonesianews | Kabupaten Bekasi “Cikarang Utara- Generasi milenial saat ini mendapatkan sorotan dari pegiat kawasan industri misalnya Asosiasi Praktisi Human Resouce Indonesia (Asphri) di antara tema yang dibahas yaitu generasi milenial di era Industri 4.0 pada acara kopdar di Oakwood, Jababeka, beberapa hari lalu.

Ketua Umum Asphri, Yosminaldi mengatakan jika generasi milenial harus mendapatan perhatian di dunia industri, khususnya Human Resouce (HR). Misalnya saja, cara perlakuan perusahaan terhadap pekerja milenial. Saat ini, pola pikir generasi milenial bereda dengan generasi sebelumnya, baik pada lingkungan perusahaan.

“Kami menitikberatkan peran HR dalam memenej karyawan mayoritas generasi milenial, sekarang ini kan generasi milenial menjadi pekerja. Jadi style dan gaya HR harus dibedakan dalam memperlakukan mereka, pekerja milenial kan kalau bosan dia pindah perusahaan, kalau mereka pindah kan menjadi masalah juga untuk perusahaan,” kata Yosminaldi yang juga menjadi moderator dalam acara Kopdar Asphri itu.

Yos begitu sapaan akrabnya melanjutkan, sudah tak sepantasnya lagi perusahaan bersikap masa bodoh dengan keberadaan pekerja milenial. Meskipun cara bekerjanya terkesan lebih santai, namun jika diolah dengan baik maka akan bisa mendongkrak produksi perusahaan lebih baik lagi.

“Jadi sudah tak jaman era kolonial, embosi, harus dengan cara berbeda menghadapi pekerja milenial,” katanya.

Meski begitu, Ketum Asphri itu juga menekankan jika pekerja milenial juga dapat memberikan nilai tambah bagai perusahaan. Dia yakin, meskipun pola pikir generasi milenial tak ingin dikekang, namun keberadaanya menjadi potensi yang sangat menguntungkan dunia industri jika disikapi dengan cara yang lebih pas.

“Pekerja milenial itu mereka cepat bosan dan gampang memutuskan pindah pekerjaan, kalau mereka pada pindah ya menjadi masalah juga dong bagi perusahaan, makanya potensi mereka itu harus digali dan perusahaan harus bisa memnfaatkan keberadaan mereka dengan baik,” paparnya.

Yos juga menilai, peran dari praktisi HR menjadi sangat strategis di dalam perusahaan, terutama mengelola potensi pekerja dari generasi milenial. Bahkan menjadi kunci kemajuan perusahaan disetiap perubahan dan tantangan jaman.

“Jaman sudah beda, dan kuncinya di praktisi HR, ditangan mereka SDM dan talent bisa didorong menambah nilai bagi perusahaan kedepannya,” tandasnya.

Di acara Kopdar Asphri itu hadir sebagai Pembicara Dr. Anwar Budiman yang saat ini menjabat sebagai General Manager di perusahaan Jepang dan terkenal sebagai pakar hukum ketenagakerjaan. Bahkan pria berkacamata ini juga merupakan lawyer ternama yang sedang naik daun karena sepakterjangnya dalam menegakan keadilan.

Dia menilai, ada cara pendekatan yang pantas dilakukan dari HR kepada para pekerja generasi milenial.

“Dalam menghadapi pekerja milenial, tidak lagi hanya mengandalkan aturan yang baku tetapi juga dengan melakukan pendekatan pikiran dan hati,” katanya.

Selan itu, beberapa pembicara juga turut hadir Advokat Ir. Surya Negara Panjaitan, Direktur HR Astra Int’l Aloysius Budi Santoso dan Ketua Steering Committe GNIK Pusat, Dr. Yunus Triyonggo. (Bis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini