Beranda Keamanan Dandim 0734/Yogyakarta Membentuk Prajurit Komando Kewilayahan Yang Profesional Kebanggaan Rakyat

Dandim 0734/Yogyakarta Membentuk Prajurit Komando Kewilayahan Yang Profesional Kebanggaan Rakyat

Beksiindonesianews | Jawa Tengah “Menyikapi perkembangan dan kompleksitas tantangan ke depan, setiap prajurit Komando Kewilayahan harus terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam pembinaan teritorial. Para Danramil dan Babinsa harus terus berinovasi agar bisa benar-benar dekat dengan rakyat. Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim 0734/ Yogyakarta Kolonel Arh Zaenudin, SH, M.Hum pada apel Danramil dan Babinsa di aula Kodim 0734/ Yogyakarta, Jum’at (06/12/2019).

Lebih lanjut Kolonel Zaenudin menyampaikan sebagai aparat Komando Kewilayahan harus mampu membuat terobosan-terobosan dalam pembinaan teritorial baik melalui metode bhakti TNI, komunikasi sosial maupun pembinaan ketahanan wilayah.

“Padatnya kegiatan harus bisa disiasati dengan mengombinasikan berbagai kegiatan. Pembinaan teritorial tidak harus menggunakan pakaian dinas atau dilakukan secara formal, misalnya dengan olahraga berjalan keliling kampung binaan sambil menyapa warga sekaligus mengenali lingkungan dan menyampaikan pesan. Sesungguhnya itu sudah menjadi bagian dari kegiatan pembinaan teritorial”, ungkap sang Kolonel.

Hal yang tak kalah penting, sebagai aparat kewilayahan untuk terus meningkatkan profesionalitas dalam tugas. Tingkatkan terus kemampuan dan pengetahuan khususnya tentang lima kemampuan teritorial dan teknologi komunikasi informasi, karena itu adalah sebuah keniscayaan yang juga harus mampu dimanfaatkan dalam pembinaan teritorial, terangnya.

Lebih lanjut Kolonel Zaenudin meminta agar aparat kewilayahan juga memperhatikan sikap dan penampilannya. Performance merupakan bagian yang sangat penting dan menentukan keberhasilan dalam pembinaan teritorial.

“Penampilan, cara atau gaya berbicara, etika dan sopan santun maupun kualitas dari isi tema yang disampaikan menentukan keberhasilan dalam Binter. Ajining diri gumantung ing lathi, ajining raga gumantung busana (harga diri seseorang tergantung dari isi ucapannya, dan badan kita akan dihargai atau dihormati karena penampilan dan pakaian yang kita gunakan”, ungkapnya.

Di sisi lain setiap aparat komando kewilayahan juga harus responsif terhadap setiap persoalan yang terjadi di wilayah binaannya. Setiap Apkowil diminta untuk mau atau ringan kaki hadir ketika masyarakat dalam kesulitan atau membutuhkan kehadiran kita. Syukur-syukur kehadiran kita bisa memberikan manfaat bagi masyarakat walau sekecil apapun.

Terkait dengan isu radikalisme dan intoleransi, Dandim 0734 menekankan walaupun Yogyakarta relatif aman dan kondusif khususnya dari pengaruh sikap intoleran dan isu radikalisme, namun setiap aparat kewilayahan harus tetap waspada. Tingkatkan terus deteksi dan cegah dini terhadap berbagai kemungkinan isu/ancaman yang terjadi.

“Kita harus terus menyampaikan pesan kepada masyarakat tetang semangat toleransi serta persatuan dan perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945. Ajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi terhadap isu/hasutan-hasutan yang bernuansa SARA maupun sikap intoleransi yang dapat memecah belah bangsa. Berbagai metode pendekatan harus terus dilakukan baik melalui pendekatan agama budaya maupun keluarga. Dengan demikian mudah-mudahan setiap aparat komando kewilayahan akan mampu menjadi kebanggaan dan selalu bertahta di hati rakyat”, pungkasnya.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Danramil dan Babinsa Kodim 0734/Yka ini untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparat kewilayahan dalam pembinaan teritorial. Kegiatan juga diisi dengan berbagai materi aplikasi melalui studi kasus berbagai persoalan kemasyarakatan yang dilanjutkan dengan praktek pembinaan teritorial dengan metode komunikasi sosial khusus untuk para Babinsa.(Dy)