Beranda Daerah Warga Grudug PT Andalan Di Duga Penampungan Limbah B3 Meluap Dan Menimbulkan...

Warga Grudug PT Andalan Di Duga Penampungan Limbah B3 Meluap Dan Menimbulkan Bau

Beksiindonesianews |Kabupaten Bekasi “Tarumajaya-PT Andalan Furnindo,Pabrik gula yang berada di Kawasan Industri Pergudangan Marunda Centre Blok M-1 Jl. Marunda Makmur, Bekasi Jawa Barat di geruduk Ribuan masa dari Desa Segara makmur, Segarajaya dan Pantaimakmur(23/10/2019).

Bukan hanya PT Andalan Furnindo saja, Pengelola Kawasan Industri dan pergudangan Marunda Centre jangan-jangan sudah tidak lagi memikirkan ekosistem lingkungan alam dan juga keberlangsungan kehidupan manusia. Jelas Husin Wijaya pemerhati lingkungan yang juga ketua umum Gerakan Anak Bangsa.

Aksi Warga dari tiga Desa di sulut akibat resah dengan pencemaran lingkungan serta Bau busuk yang membuat pernafasan warga terganggu. Lantas secara ekonomi pendapatan nelayan sangat memperihatinkan, hasil tangkapan ikan dan udang turun drastis, jauh dari sebelumnya bahkan nyaris tidak dapat tangkapan. KLH pusat dan pihak – pihak terkait, Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi terlihat bungkam terhadap pembuangan Limbah B3 yang bau busuknya melintasi Desa Sagramakmur Kabupaten Bekasi itu.

Supri (36) kordinator aksi kepada media mengatakan, aksi kami ini karena pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi tidak merespon keluhan kami, karena kami merasakan dampak bau dari penampungan limbah B3, bau yang berulang-ulang, hal itu berdampak ke tiga desa di wilayah Kecamatan Tarumajaya.

“Mediasi sudah berulang kali dilakukan di desa Segara Makmur, kami menilai perusahaan tidak mengindahkan keluhan kami, dan kolam penampungan limbah B3 milik PT Andalan Furnindo meluap dan menimbulkan bau, kami hanya meminta pengelolaan limbah secara benar, “jelasnya.

Menurutnya, Kepolisian adalah mata dan telinga kami, seharusnya mereka yang bisa peka untuk menanggulangi permasalahan ini.

“Limbah yang dihasilkan dari PT Andalan Furnindo sudah berdampak ke balita, dan anak-anak, karena tidak tahu mau mengadu kemana sejumlah ibu-ibu meluapkan emosi ke media sosial, “ungkapnya.

Kami sudah ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kabupaten Bekasi, sampai saat ini tidak ada tindakan dan jawaban.

“Kami minta tindak perusahaan PT Andalan Furnindo, kalau pihak perusahaan tidak bisa mengelola limbah secara benar, kami minta segera ditutup, karena kami masyarakat di tiga desa sudah capek dengan ulah perusahaan, “ungkapnya.(inas)