Beranda Beksi NEWS Warga Desa Watesaji Pertanyakan Pendapatan Keuangan Pamsimas

Warga Desa Watesaji Pertanyakan Pendapatan Keuangan Pamsimas

Beksiindonesianews |Jawa Tengah warga masyarakat Rt 04/01 desa watesaji kecamatan pucakwangi kabupaten Pati mempertanyakan terkait ketransparanan dalam pendapatan anggaran pengelolaan Pamsimas yang selama ini tidak pernah ada keterbukaan dalam pengelolaan keuangannya, minggu-(13/10/2019 )

Berawal berdirinya Pamsimas di desa watesajai pada tahun 2009 yang mendapatkan anggaran hibah intensif daerah ( HID ) yang sampai sekarang masih berjalan di pertanyakan oleh masyarakat terkait ketransparanan pengelolaan pendapatan anggaran keuangan dari Pamsimas tersebut.

Salah satu warga yang tidak mau di sebut namanya mengatakan bahwa selama ini tidak ada ketransparanan sama sekali, terkait pendapatan anggaran keuangan dari pamsimas karna anggaran pendapatan tersebut tidak pernah di paparkan atau dimuswarahkan dari pihak pengelola dengan warga penyalur mulai awal berdiri Pamsimas dari thn. 2009 sampai sekarang.

Masih kata warga juga menjelaskan awal berdirinya Pamsimas pada tahun 2009, sudah ada 150 meteran yang terpasang di desa tersebut, dan berkembang sampai tahun 2019 sudah mencapai kurang lebih empat ratusan( 400 ) penyalur atau meteran yang telah terpasang di rumah rumah warga desa watesaji.

Lanjut dari pendapatan anggaran keuangan dari tiap tiap meteran atau penyalur yang terpasang perbulan mencapai rata rata 30 ribu sampai 80 ribu per meteran atau penyalur .

Setiap Warga menanyakan pendapatan keuangan dari hasil tarikan pamsimas yang nilainya sangat fantastik tersebut kepada pihak pengelola pihak pengelola selalu mengatakan uang dari hasil tarikan pamsimas tersebut habis untuk pembenahan dan perawatan fasilitas pamsimas, tapi tidak ada rincian tertulis dalam pembiayaan fasilitas pamsimas tersebut cumak secara lesan pihak pengelola menyampaikan kepada warga yang menyalur.

Dalam pengurusan pengelolaan Pamsimas tersebut di kuasai dan di kelola sendiri oleh salah satu ketua pengurus yaitu pak Hartoyo yang berprofesi sebagai guru PNS selaku ketua dari struktur yang sudah terbentuk,

semua di hendel dan di kelola sendiri, sedangkan sekertaris dan bendahara dalam kepengurusan Pamsimas tidak pernah di ikut sertakan atau di fungsikan cumak untuk formalitas,”ungkapnya.

Hartoyo selaku ketua dari pengelola Pamsimas di konfirmasi oleh media melalui telpon seluler mengatakan, semua yang di sampaikan oleh warga tidak di benarkan karna menurut Hartoyo selama ini dia sudah transparan dalam memenejemen pendapatan anggaran Pamsimas tersebut.

Masih kata Hartoyo, mengatakan setiap tahun pasti ada paparan musyawarah terkait keuangan yang di gunakan untuk mengelola dalam merawat fasilitas Pamsimas tersebut dan setiap tahun pasti ada laporan,” ungkapnya.

Dari hal tersebut warga mempertanyakan kemana anggaran pendapatan dari Pamsimas yang sudah berjalan selama ini karna dalam pengelolaan tidak perna ada keterbukaan dan ketransparanan kepada masyarakat, dan siapa yang bertanggung jawab dalam permasalahan ini, warga menginginka kepada Dinas yang terkait segera menindak lanjuti permasalahan ini biar segera ada kejelasan anggaran pengelola pendapatan selama ini.(Tim)