Beranda Daerah Soal Kasus Sengketa Lahan, Warga Kampung Pilar Minta Perlindungan Ke LBH Jakarta.

Soal Kasus Sengketa Lahan, Warga Kampung Pilar Minta Perlindungan Ke LBH Jakarta.

Beksiindonesianews|Kabupaten Bekasi- Ratusan warga Kampung Pilar, Kecamatan Cikarang Utara, yang tergabung dalam Forum Warga Pilar Tertindas (Forwapti) datangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Pusat.

Kedatangan mereka bermaksud untuk meminta perlindungan LBH terkait kasus sengketa lahan yang terjadi sejak lama diwilayah setempat, (19/8/2019).

“Kedatangan kami ke LBH Jakarta meminta perlindungan dan bantuan hukum untuk kembali mendampingi kasus sengketa tanah yang sudah lama dan tak kunjung selesai,” kata Maskuri juru bicara Forwapti kepada wartawan.

Menurutnya, keresahan warga kembali terusik setelah surat edaran beredar dimasyarakat Rapat Koordinasi (Rakor) Eksekusi Perkara No: 4/Del.Eks/2019/PN Ckr Nomor : 57/eks/2011/PN Bks Jo. Nomor : 234/Pdt.G/2011/Pn Bks pada tanggal 18 Juli 2019 lalu.

“Kami juga bingung kenapa tiba-tiba ada surat edaran perintah eksekusi lahan, padahal sudah jelas Mahkama Agung (MA) sudah memutuskan perkara sengketa lahan ini dimenangkan warga,” ucapnya.

Bersama ratusan warga, Maskuri mengaku akan terus mempertahankan hak tanahnya yang sudah lama ia tempati. Pasalnya, secara defakto warga telah menduduki lahan tersebut hampir puluhan tahun bahkan sampai turun temurun. Terlebih sengketa lahan yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2000-an ini sudah sampai ke tingkat Kasasi MA.

“Masa tiba-tiba muncul surat edaran perintah eksekusi dengan nomor perkara yang berbeda ini kan lucu, dimana letak keadilan, kami rakyat punya hak untuk hidup diatas tanah kami sendiri,” ungkapnya..

Sementara itu, Direktur LBH Jakarta, Arif Maulana mengaku siap akan membantu perjuangan warga Kampung Pilar.

“Terimakasih bapak ibu sudah datang ke kantor LBH, LBH adalah rumah warga untuk menyuarakan keadilan, Insya Allah kami siap untuk berjuang bersama-sama rakyat kampung pilar,” pungkasnya ( bis ).