Beranda Beksi NEWS Arus Informasi Santri Deklarasi Dan Doa Bersama,Tolak Isu People Power.

Arus Informasi Santri Deklarasi Dan Doa Bersama,Tolak Isu People Power.

BEKSI INDONESIA NEWS |Berita Banten-Komunitas Arus Informasi Santri (AIS) Banten gelar deklarasi dan doa untuk negeri di pondok pesantren Al-Mubarok, Kampung Pasir Angin Rt 01/05, Cinangka, Serang Banten, kegiatan tersebut dilakukan dengan adanya isu People Power pasca pemilu 2019 dan perhitungan hasil surat suara di KPU RI, (02/05/2019).

Diketahui, acara itu dihadiri pimpinan Ponpes TQN Al-Mubarok beserta jajarannya K.H. Rd. M. Yusuf Kartakoesoemah, Ustad Hubab Nafi, Ferdiansyah, Muhammadiyah Thohir, Faruq Febrian, Abd Aziz Jazuli

“Kegiatan deklarasi dan doa untuk negeri ini yaitu pembacaan doa bersama dan Dzikirullah yang dilakukan para santri Pondok Pesantren Al – Mubarok dengan Komunitas (AIS) Banten,” ucap pimpinan Ponpes TQN Al-Mubarok, K.H.Rd.M Yusuf Kartakoesoemah.

Lanjut dia mengatakan, Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan oleh para pengurus Komunitas Arus Informasi Santri (AIS) Banten yang akan membahas mengenai isu-isu People Power kekuatan rakyat.

“Yang mana kita semua telah mendengar beberapa waktu lalu adanya ancaman dari Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang akan menggunakan people power kekuatan rakyat sebagai ujung tombak untuk mengepung kantor KPU RI,” katanya

Kata dia, hal tersebut akan sangat dikhawatirkan dan bisa mengancam stabilitas keamanan bangsa Indonesia. Kalau ada masalah dengan perselisihan mengenai hasil pemilihan umum.

“Bawa ke MK karena tahapan yang paling akhir serta manfaatkan itu jangan lagi dibawa ke jalanan karena berbahaya bagi masyarakat,”

Oleh karena itu kita sebagai orang yang berpendidikan dan mempunyai akal yang sehat, diharapkan masyarakat serta para santri Al-Mubarok dan Pengurus komunitas Arus Informasi Santri (AIS) Banten.

“Kami tidak mudah untuk terprovokasi adanya hal tersebut karena dampaknya akan merugikan banyak umat dan bangsa indonesia,” ungkapnya

Sementara itu, pembina AIS Banten Ustad Hubab Nafi mengatakan kita semua dikumpulkan untuk melaksanakan kegiatan doa bersama serta mendeklarasikan demi tujuan indonesia yang aman.

“Oleh karena itu saya mangajak para santri serta pengurus Komunitas AIS Banten, untuk lebih bertabayyun dan tidak mengikuti kelompok atau oknum yang ingin membuat gegaduhan di bangsa indonesia ini khususnya pasca pemilu 2019,” ujarnya.

Ia mengatakan ada 4 isu people power diantaranya bahwa isu people power digunakan untuk mendeligitimasi hasil pemilu dengan cara mendeligitimasi penyelenggara pemilu.

“Sekadar membentuk persepsi agar tertanam dalam memori kolektif publik bahwa pasangan Prabowo – Sandi yang menang dan apabila nanti pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin yang dinyatakan sebagai pemenang maka publik akan mempersepsikan kemenangan tersebut dipetik dari kecurangan,” katanya

Lebih jauh ia mengatakan, Target ancaman people power dilakukan sebagai upaya spekulasi siapa tahu ada pemilu ulang. Bahkan isu people power sekedar untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Kami Arus Informasi Santri (AIS) Banten menyatakan sikap tetap menjaga persatuan umat dan NKRI pasca pelaksanaan pemilu 2019. Serta mendukung dan menerima hasil keputusan oleh KPU RI. Menolak isu people power dan segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan persatuan NKRI,” pungkasnya (bis).