Beranda Beksi NEWS Deklarasi Akbar Prabowo Sandi di Galuh Mas Karawang.

Deklarasi Akbar Prabowo Sandi di Galuh Mas Karawang.

BEKSI INDONESIA NEWS|Karawang “Mantan Danjen Kopasus ke-8 yang punya sandi 08 (Koslap) Letjen TNI Purn. Prabowo Subianto yang nota bene calin presiden nomor urut 02 dengan gagah dan berwibawa menyapa dengan hangat para sekitar 150 ribu Relawan Militan Prabowo Sandi di Lapangan Galuh Mas, Karawang Timur, Provinsi Jawa Barat (29/2/2019).

Meskipun lapangan becek bekas ditimpa hujan deras dan matahari terik seakan membakar tubuh tak menyurutkan ratusan ribu pendukung untuk hadir dan merangsek ke depan untuk menemui sang calon presiden harapan bangsa dan negara Indonesia.

Prabowo bak seniman kawakan membacakan puisi kondang karya Chairil Anwar berjudul Karawang – Bekasi saat menutup orasi penyebar semangatnya.

“Dulu jalan antara Karawang – Bekasi penuh korban jiwa. Ini karya Chairil Anwar berjudul Karawang-Bekasi,” kata Prabowo sebelum membacakan puisi.

Prabowo mengatakan kepada beksiindonesianews.com, puisi legendaris tersebut mengandung makna mendalam yang menggambarkan zaman revolusi kemerdekaan. Dimana, jalan antara Karawang dan Bekasi dipenuhi jasad para pejuang yang gugur demi merebut kemerdekaan, tanpa pamrih demi mewujudkan Indonesia adil makmur.

Tambah Prabowo yang berpesan agar masyarakat bisa terus menjaga semangatnya seperti rakyat Indonesia terdahulu. Hal ini demi mengawal perubahan di Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang Adil Makmur.

Masih menurut Prabowo “Saya yakin, rakyat Indonesia adalah pejuang pemberani. Dulu kita usir penjajah, sekarang kalau ada yang suka menjajah bangsa sendiri, kita lawan,”

Karawang – Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi, tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendengar hati

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda, Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

Sejatinya pesan moral dari Puisi Karawang Bakasi yang dibacakan Prabowo Subianto adalah Semangat melanjutkan perjuangan meskipun tidak dalam bentuk perang ataupun harus mati, tetapi lebih kepada memajukan Negara dan tetap mengenang jasa-jasa Pahlawan yang telah tiada. Puisi Chairil Anwar ini merupakan satu cara untuk mengingatkan kita terhadap segala jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan.
Perjuangan para pahlawan belum selesai hingga Chairil Anwar mencoba mengetuk hati kaum muda untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Maka dari itu hargailah jasa para pahlawan.
Puisi ini mengandung makna yang dalam, yang menggambarkan insan-insan yang rela mati muda demi perjuangan kemerdekaan yang meminta kesadaran serta simpati insan masa kini untuk tetap mengenang mereka dan melanjutkan perjuangan untuk membela tanah air.
Karya Chairil Anwar dengan judul “Karawang-Bekasi” ini betul-betul hidup dan sangat berkesan bagi siapa saja yang membacanya sehingga menimbulkan semangat untuk melanjutkan sebuah perjuangan yang selalu berkelanjutan.
Menciptakan Bangsa dan Negara yang Adil Makmur.
(Ay/Yp )