Beranda Beksi NEWS

BEKSI INDONESIA NEWS |Bekasi “Cikarang Timur, Banyaknya tempat buang air besar yang kerap disebut jamban diwilayah Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, sehingga menjadi salah satu keluhan masyarakat setempat yang tidak memiliki tempat buang air yang layak.

Padahal pemerintah Kabupaten Bekasi sudah menerapkan program Sanitasi Total Berbasis masyarakat (STBM). Hal itu merupakan bagian realisasi dari pada program Open Defecation Free (ODF) alias stop buang air sembarangan. Namun masih banyak masyarakat yang belum memiliki sanitasi jamban yang memadai, masih berperilaku buang air sembarangan seperti di kebun, sungai dan sawah.

“Karena semakin besar prosentase yang buang air sembarangan maka ancaman penyakit itu semakin tinggi itensitasnya,” keluh Yayat warga Kecamatan Karang Bahagia.

Menurut Yayat, ODF harus diterapkan karena pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit dilingkungan. Jika masih ada masyarakat yang buang air sembarangan, maka wilayah itu terancam berbagai penyakit diantaranya penyakit Cacingan, Corela (Muntaber), Diare, Typus, Disentri, Paratifus, Polio, Hepatitis dan masih banyak penyakit lainnya.

“Saya berharap program ODF di Kabupaten Bekasi bisa sukses sesuai harapan dalam menjalankan program ODF, dan untuk kedepannya dengan adanya program ODF tidak ada lagi masyarakat yang BAB sembarangan baik di jamban, kebun dan sawah,” pintanya.

Dari pantawan BeksiIndonesiaNews.com masih banyak terdapat masyarakat yang BAB sembarangan khususnya diwilayah Kecamatan Karang Bahagia, yang tinggal di pedalaman kampung wilayah utara Kabupaten Bekasi, itu masih banyak yang menggunakan sungai dan sawah untuk buang air. Wilayah yang tercatat kurang mampu ke tiga tingkat kabupaten ini merupakan hal yang perlu di perhatiankan kesejahteraanya oleh pemerintah daerah. (bis)