Beranda Beksi NEWS JADI LANGANAN BANJIR JIKA HUJAN TURUN , WARGA KP GANDU BULAK PUTUH...

JADI LANGANAN BANJIR JIKA HUJAN TURUN , WARGA KP GANDU BULAK PUTUH DAN GANDU  KAUM BUTUH PERHATIAN PEDES.

BEKSI INDONESIA NEWS |Bekasi “SUKATANI, Jika Hujan turun selalu jadi langganan banjir hal tersebut sering di alami warga kp.Gandu Kaum Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani, rumahnya kerap selalu tergenang air jika musim penghujan tiba selain disebabkan derasnya hujan yang turun pada malam hingga pagi tadi Minggu (27/01/2019) di tambah buruknya saluran pembuangan dan akhir merendam pemukiman warga,di antaranya perumahan Graha nadia,kp.Gandu Kaum ,Gandu Poncol dan kp.Gandu Bulak masuk Desa Sukadarma,dan kp.Gandu Kaum berbatasan langsung dengan Kp.Gandu Bulak Desa Sukadarma masih di Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi

Kepada beksiindonesianews.com Mamat warga kp Gandu Kaum Mengatakan Banjir yang menggenangi pemukiman warga dari tiga kampung hari ini itu di akibatkan derasnya hujan tadi malam ditambah lagi akibat buruknya Saluran air yang tidak di perhatikan oleh Pemerintahan Desa baik itu Pemerintah baik Desa Sukamulya ataupun Pemerintah desa Sukadarma yang ada di kecamatan sukatani.

Selain akibat derasnya hujan tadi malam juga disebabkan buruknya saluran air, di
Sukamulya sendiri setiap dusun kena banjir di tambah lagi saluran air yang di perumahan kurang maksimal jadi dah air nya ngalir ke kampung kita.’

Selama ini masalah saluran air kurang mendapatkan Perhatikan dari Pemerintah desa,Padahal desa kami Sukamulya juga berbatasan dengan desa Sukadarma tapi dua desa tersebut sepertinya Enggan Memperbaiki Saluran air sehingga kampung kami selalu menjadi langganan banjir.

Ketinggian air hingga 40 Cm lebih parahnya lagi sampe masuk ke dalam rumah, hal ini kami rasakan di setiap tahun, saya berharap kepada Pemerintah Desa Sukamulya dan desa sukadarma agar secepatnya mencarikan solusi agar kampung kami tidak terus2an menjadi langganan Banjir.

Sementara itu pihak pemerintahan Desa Sukamulya dan Desa Sukadarma sampai berita ini di turunkan belum bisa di kompirmasi.( M )